Selasa, 25 September 2018

Lapisan - lapisan yang berada di Atmosfer


Lapisan-Lapisan Atmosfer





1. Troposfer (0–15 km)
Terdapat pada lapisan atmosfer paling bawah. Manusia dan makhluk hidup lain hidup di lapisan ini karena memiliki gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Uap air dan karbon dioksida berfungsi menjaga keseimbangan panas permukaan Bumi. Permukaan tanah memberikan panas udara di atasnya melalui konduksi, konveksi, kondensasi, dan sublimasi sehingga troposfer bagian bawah lebih panas. Gejala cuaca seperti awan, hujan, petir, topan, dan badai terjadi di lapisan troposfer.

2. Stratosfer (15–50 km)
 Stratosfer mempunyai dua lapisan molekul-molekul gas tipis yang tidak terdapat troposfer. Di stratosfer bagian atas terdapat lapisan ozon terbesar. Stratosfer adalah lapisan inversi, yaitu semakin tinggi dari permukaan Bumi, suhu udara akan meningkat.

3. Mesosfer (50–85 km)Suhu udara di lapisan mesosfer sangat dingin mencapai –100°C, menyebabkan meteor dari luar angkasa pecah dan berubah menjadi batuan kecil. Awan sinar malam yang berasal dari uap air atau debu meteorit muncul pada lapisan ini.

4. Termosfer (85–500 km) 
 Pada lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari sehingga lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer. Berkat adanya gas-gas yang mengalami ionisasi ini, sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan Bumi dapat dipantulkan kembali ke Bumi, sehingga aktivitas komunikasi dapat terjadi. Pada lapisan ini terdapat pula sinar kutub (aurora) yang muncul di kala fajar atau petang.
 5. Eksosfer (lebih dari 500 km)
 Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen. Kerapatan udaranya semakin tipis sampai hampir habis di ambang luar angkasa. Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.



Unsur-unsur iklim sama dengan unsur cuaca, yaitu penyinaran dan suhu, angin, awan, kelembapan udara, dan curah hujan

 1. Penyinaran dan Suhu
Sumber panas di bumi adalah matahari. Sinar yang diterima oleh permukaan bumi ditentukan oleh faktor-faktor berikut.
Ø  Keadaan Awan Jika mendung atau berawan
Ø  Keadaan permukaan bumi
Ø  Sudut datang matahari
Ø  Lama penyinaran matahari 

2. Angin
Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Udara yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.

 3. Awan
Udara yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan. 

4. Kelembapan Udara
Kelembapan udara, yaitu banyak sedikitnya uap air di udara. Pengendapan air di udara dapat berupa awan, kabut, embun, dan hujan. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut higrografi.

 5. Curah Hujan
Hujan merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan jatuhnya titiktitik air ke permukaan bumi. Pada ketinggian tertentu karena proses pendinginan (kondensasi) terjadilah titik-titik air yang semakin lama semakin besar volumenya dan kemudian jatuh sebagai hujan. Alat pengukur arah hujan disebut ombrometer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar