Terdapat pada
lapisan atmosfer paling bawah. Manusia dan makhluk hidup lain hidup di lapisan
ini karena memiliki gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Uap air
dan karbon dioksida berfungsi menjaga keseimbangan panas permukaan
Bumi. Permukaan tanah memberikan panas udara di atasnya melalui konduksi,
konveksi, kondensasi, dan sublimasi sehingga troposfer bagian bawah lebih
panas. Gejala cuaca seperti awan, hujan, petir, topan, dan badai terjadi di
lapisan troposfer.
2. Stratosfer (15–50 km)
Stratosfer
mempunyai dua lapisan molekul-molekul gas tipis yang tidak terdapat troposfer.
Di stratosfer bagian atas terdapat lapisan ozon terbesar. Stratosfer adalah
lapisan inversi, yaitu semakin tinggi dari permukaan Bumi, suhu udara akan
meningkat.
3. Mesosfer (50–85 km)Suhu udara di lapisan mesosfer
sangat dingin mencapai –100°C, menyebabkan meteor dari luar angkasa pecah dan
berubah menjadi batuan kecil. Awan sinar malam yang berasal dari uap air
atau debu meteorit muncul pada lapisan ini.
4. Termosfer (85–500 km)
Pada
lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari sehingga
lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer. Berkat adanya gas-gas
yang mengalami ionisasi ini, sinyal-sinyal radio komunikasi dari permukaan Bumi
dapat dipantulkan kembali ke Bumi, sehingga aktivitas komunikasi dapat terjadi.
Pada lapisan ini terdapat pula sinar kutub (aurora) yang muncul di kala
fajar atau petang.
5. Eksosfer (lebih dari 500 km)
Kandungan
gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen. Kerapatan udaranya semakin
tipis sampai hampir habis di ambang luar angkasa. Cahaya redup yaitu
cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada
lapisan eksosfer. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.
Unsur-unsur iklim sama dengan unsur cuaca, yaitu penyinaran dan
suhu, angin, awan, kelembapan udara, dan curah hujan
1. Penyinaran dan Suhu
Sumber
panas di bumi adalah matahari. Sinar yang diterima oleh permukaan bumi
ditentukan oleh faktor-faktor berikut.
Ø Keadaan
Awan Jika mendung atau berawan
Ø Keadaan permukaan bumi
Ø Sudut datang matahari
Ø Lama penyinaran matahari
2. Angin
Angin
adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya
mengakibatkan perubahan tekanan. Udara yang naik akan menjadi dingin
sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan
jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.
3. Awan
Udara
yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian
tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.
4. Kelembapan Udara
Kelembapan
udara, yaitu banyak sedikitnya uap air di udara. Pengendapan air di udara
dapat berupa awan, kabut, embun, dan hujan. Alat untuk mengukur kelembaban
udara disebut higrografi.
5. Curah Hujan
Hujan
merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan jatuhnya titiktitik air ke
permukaan bumi. Pada ketinggian tertentu karena proses pendinginan
(kondensasi) terjadilah titik-titik air yang semakin lama semakin besar
volumenya dan kemudian jatuh sebagai hujan. Alat pengukur arah hujan disebut
ombrometer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar